Ternyata Ini "Legenda" Yang Dimaksud

Wandi Rana/WeNeedMoreStages
Wandi Rana/WeNeedMoreStages

Dengan diiringi rintik hujan yang cukup bersahabat, saya bersama seorang rekan musisi elektronik meluncur menuju Apollo Cafe Seturan, tempat dimana akan diadakan acara launching album kompilasi Rise n' Shine yang bertajuk "D.I.Y in D.I.Y". Jam ditangan saya menunjukkan 6.15  yang harusnya acara sudah dimulai tetapi molor hingga pukul 7.25 walhasil saya pun harus menunggunya dengan botol di tangan kanan dan rokok di tangan kiri.

Wit-Witan yang dijadwalkan show pertama ditunda penampilannya, hal ini  dikarenakan salah satu personelnya menjalani Koas (ujian di kedokteran). Maka penampilan pertama pun akhirnya dibuka oleh Beer For Breakfast yang menggantikannya. Dilanjutkan kemudian oleh penampilan kedua yang diisi oleh Brilliant at Breakfast (dua band ini menggemari sarapan rupanya!) yang menjadikan Rumah Sakit sebagai legendanya. Lampu Kota menyinari panggung setelah penampilan Brilliant at Breakfast. Lampu Kota memainkan tiga buah lagu andalan mereka. Disusul Angina yang tak mau kalah dengan menjadikan Sore sebagai legenda mereka.

Amnesiac Syndrome yang baru saja merilis albumnya dibawah naungan Rise N Shine malam itu pun tampil dengan  mengcover salah satu lagu milik The Milo yang berjudul Malaikat. Band punkrock The Frankenstone yang kerap berguling dan membanting tubuh di setiap aksinya tidak ketinggalan ikut meramaikan suasana stage dengan tampil keroyokan dibantu beberapa teman Dji Walang Kadji dan Gerap Gurita untuk membawakan cover lagu Dji Walang Kadji.

Panggung berikutnya diisi Me and The Dirty Girl lalu diakhiri dengan Triping Junkie.
Sayangnya, malam itu Suddenly Sunday yang saya nantikan batal main karena kerabat dari salah satu personil mereka meninggal dunia, kami turut berduka, semoga diberi ketabahan bagi yang ditinggalkan.

Ternyata malam itu saya terkecoh dengan tema "Local Legend". Saya berpikir akan menemukan lagu-lagu dari band atau personal yang benar-benar "melegenda", entah itu dari lokal jogja sendiri atau lokal Indonesia. Namun, walau bagaimanapun sukses untuk kompilasi "D.I.Y in D.I.Y" nya.

Related Articles
Posting Komentar anda disini. Setiap komentar akan ditampilkan setelah melewati proses moderasi. Komentar berunsur SARA akan dihapus oleh moderator.
Nama : catfish

@ichal: sudah sempet saya tulis chal tentang ritual kita kala itu..
@auf: ekspektasi legenda menurut saya itu seperti yg sudah saya tulis disitu :) waktu itu ada 2 macam botol bro, satu botol berwarna hijau dan satunya botol bening berisi cairan b

Nama : si_Ichal

minum amer di gardu parkiran di review dong hahaha

Nama : AUF

eh to, ekspektasimu "legenda" ki opo to? hehe, aku ra teko soale, piss

Nama : AUF

botol ditangan kanan ki botol opo?

Nama : wandan

hehehe...maaf2 suddenlysunday gak jadi maen di acara itu..tp seperti apa yang dikatakan mas antolele, H-1 ada kerabat kami yang meninggal dunia,..padahal kami sudah siap untuk membawa lagu punya mas2 Melancholic Bitch. yaaa...laen waktu ya brarti...heh

Nama :
Email :
Website :
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Semua Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi.
Foto : Doni Maulistya/ItsMusicBoxToday Berdansa Di Kala Senja Menggila
Posted in Event by Purnawan Setyo Adi

Musik pop era 70an kembali dihidupkan oleh White Shoes and The Couples Company diiringi dansa kala senja menggila.

Hujan Deras/MusicBox Hujan Deras Gagalkan Double Launching
Posted in Event by Timoteus Anggawan Kusno

Acara launching dua buah album dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur.

STUFF
stuff1 Great Full Dyed
Price : IDR 90.000,-

Sebuah permainan komposisi warna psychadelic, layaknya ekstase meremukkan mushroom di dalam rongga