Mencuri Manisnya Madu Metropolitan

Foto : Fryda Rosdew
Foto : Fryda Rosdew

Malam itu, 11 Mei, langit di ibukota tampak sedikit kurang bersahabat. Saya bersama rekan-rekan dari Jogja sengaja hadir di acara yang digagas oleh De Majors, tepatnya berada di Prost bar di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Walaupun acara baru dimulai pukul 21.00, kami sudah bergegas berangkat pukul 19.00, karena ibukota memang terkenal dengan lalu-lintasnya yang padat. Tak lupa menyempatkan diri singgah barang sejenak di mini market 24 jam berlogo "K merah". Disana kami disambut hangat oleh kebanyakan rekan dari Jogja yang sekarang berdomisili di Jakarta. Sambil menikmati lokal liquor yang dibawa dari Jogja, kami berbagi cerita tentang apapun sampai akhirnya kami harus bergegas menuju venue karena acara memang sudah akan dimulai.

Saya kejatahan memegang divisi merchandise yang tergabung dalam rombongan Risky Summerbee and The Honeythief. Tak perlu berpikir lama segera saya laksanakan tugas dengan menggelar dagangan secara lapak. Begitu pula dengan Divisi Hore (senang-senang) yang menyemarakkan malam itu dengan berbagi minuman keras lokal Jogja dan mengenalkannya kepada rekan-rekan ibukota.

Band indiepop kebanggaan Jogja, Bangkutaman, dijadwalkan main pertama tampil memukau dengan memainkan set list anthem-anthem andalan mereka. Tampak bersemangat sekali penampilan Bangkutaman malam itu sehingga membuat saya dan crowd ikut hanyut dalam hentakan irama pop yang jauh dari kesan cengeng.

Penampilan berikutnya diisi oleh band tuan rumah Zeke and The Popo yang sudah tidak asing lagi. Namun, sayangnya saya hanya sebentar menyimak penampilan mereka karena diluar hujan mulai mengguyur dengan derasnya sehingga saya dan rekan-rekan divisi merchandise terpaksa harus menyelamatkan dagangan dan mencari spot yang aman dari guyuran hujan.

Setelah merchandise berhasil diselamatkan dan mendapatkan tempat yang layak, saya kembali memasuki venue dan tampak Risky Summerbee and The Honeythief sudah bersiap-siap di panggung. Setelah memperkenalkan diri, mereka langsung menggeber list-list andalan dimulai dari overture sebagai pembuka. Saya dan beberapa teman langsung menuju bibir panggung dan sing a long bersama Risky Summerbee and The Honeythief. Total ada 9 lagu yang mereka mainkan malam itu. Penampilan Risky Summerbee and The Honeythief ditutup dengan lagu The Place I Wanna Go yang juga diambil dari judul album mereka.

Penampilan dari Risky Summerbee and The Honeythief malam itu layaknya lebah yang berdengung beterbangan menggugah penonton yang ada di sana. Seperti pada kebanyakan pertunjukan mereka, Risky Summerbee and The Honeythief berhasil mencuri manisnya madu, tak luput madu metropolitan berhasil mereka curi.

Related Articles
Posting Komentar anda disini. Setiap komentar akan ditampilkan setelah melewati proses moderasi. Komentar berunsur SARA akan dihapus oleh moderator.
Nama :
Email :
Website :
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Semua Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi.
Foto : Doni Maulistya/ItsMusicBoxToday Berdansa Di Kala Senja Menggila
Posted in Event by Purnawan Setyo Adi

Musik pop era 70an kembali dihidupkan oleh White Shoes and The Couples Company diiringi dansa kala senja menggila.

Hujan Deras/MusicBox Hujan Deras Gagalkan Double Launching
Posted in Event by Timoteus Anggawan Kusno

Acara launching dua buah album dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur.

STUFF
stuff1 Great Full Dyed
Price : IDR 90.000,-

Sebuah permainan komposisi warna psychadelic, layaknya ekstase meremukkan mushroom di dalam rongga