Damien and Rosemary
Album : Damien and Rosemary
Label : MusicBox Records
Mencoba bermain dalam musikalisasi cerita dengan mengangkat alter ego si musisi sebagai lakon, itulah Damien and Rosemary. Cerita ini bermula ketika permainan musik dimulai dari sebuah pertemuan antara dua orang pembunuh, yaitu Damien dan Rosemary. Sebuah pertemuan seusai ritual menghabiskan nyawa di dua tempat terpisah, pada suatu malam tanggal 15 November 2008.
Damien and Rosemary hadir dengan mengangkat lirik-lirik sederhana, sesekali bermain di seputaran isu cinta tetapi dikemas dengan cukup cerdas. Seperti mengangkat isu cinta dari sudut pandang sepasang pembunuh bayaran yang jatuh hati dalam pekat asap rokok dan alkohol di sebuah bar selepas tengah malam. Damien and Rosemary mengingatkan kita pada romantisme novel-novel lawas yang kental dengan thriller dan misteri di mana karakter macam Sherlock Holmes dan Dr. Watson berada.
Kemampuan teknis yang tidak terbantahkan, taste yang elegan dan cenderung puitis. Denting-denting piano yang kadang keluar dari alur ritmisnya, serta tabuhan drum yang dinamis membuat musik ini cukup seksi. Layaknya sebuah sintesis, orkestrasi yang dikunci dengan penggunaan bass dan pemilihan efek yang nakal membuat kita cukup sekedar mengangguk sambil membayangkan imaji surealis tentang jalanan sempit kota tua yang minim cahaya. Suara berat sang vokalis yang santai makin memperkuat karakter gelap musik ini, meski sesekali mereka memberi imbuhan tone-tone major dan terkesan childish dan playful. Terdengar sederhana, tidak mencoba bereksplorasi secara berlebihan pula. Kombinasi yang estetis untuk konsep cerita dan cara bertutur yang unik.
Potensi Musik Jogja Sebagai Wadah Persinggungan Seni dan Budayaby Timoteus Anggawan Kusno
Bagaimana dinamika perkembangan musik jogja di dalam menghadapi tantangannya tanpa berkutat dengan komparasi yang melelahkan
- 1. Eric Clapton - Cocaine
- 2. The Prodigy - Outerspace
- 3. Sebadoh - Freed Pig
- 4. The Breeders - Canonball
- 5. Mesin Tempur - Beca Tiguling
Posted in Event by Purnawan Setyo Adi
Musik pop era 70an kembali dihidupkan oleh White Shoes and The Couples Company diiringi dansa kala senja menggila.
Posted in Event by Timoteus Anggawan Kusno
Acara launching dua buah album dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur.
Price : IDR 90.000,-
Sebuah permainan komposisi warna psychadelic, layaknya ekstase meremukkan mushroom di dalam rongga




